Popular Posts

What’s Hot




DAFTAR DIKLAT KETERAMPILAN / SHORT COURSE

No. Jenis Diklat Waktu Pelaksanaan Biaya Keterangan
1 Basic Safety Training (BST) 8 Hari Rp.1.200.000
2 SURVIVAL CRAFT AND RESCUE BOAT (SCRB) 3 Hari Rp.   800.000
3 ADVANCED FIRE FIGHTING (AFF) 4 Hari Rp.   850.000
4 MEDICAL FIRST AID (MFA) 3 Hari Rp.   650.000
5 MEDICAL CARE (MC) 4 Hari Rp    800.000
6 Radar Simulator 4 Hari Rp 1.000.000
7 Arpa Simulator 4 Hari Rp    950.000
8 Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) 17 Hari Rp 2.650.000
9 Ship Security Officer (SSO) 3 Hari Rp    700.000
10 Company Security Officer (CSO) 3 Hari Rp    800.000
11 Port Facility Security Officer (PFSO) 5 Hari Rp    800.000
12 Familiarization Safety Officer (FST) / Off Shore 3 Hari Rp    775.000
13 International Trading Course 5 Hari Rp 1.260.000
14 Procedures Export Import Course 5 Hari Rp 1.300.000
15 Shipping Agent Course 5 Hari Rp 1.100.000
16 Health and Safety Course (HSC) 5 Hari Rp    800.000
17 CMT (crowd Management Training) 1 Hari Rp    650.000
18 Crysis Management Training and Human Behaviour (CMHB) 2 Hari Rp    650.000
19 Fast Rescue Boat Training 4 Hari Rp 2.500.000
20 International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code 4 Hari Rp 1.215.000
21 International Bulk Chemical (IBC) Code 4 Hari Rp 1.100.000
22 International Code of Safe Practice for Solid Bulk Cargoes (BCCode) 5 Hari Rp 1.050.000
23 PS, CS, and HIT (Passenger Safety, Cargo Safety and Hull Integrity Training) 12 Hari Rp    830.000
24 Ballast Water Management 5 Hari Rp    880.000
25 Basic Oil and Chemical Tanker (BOCT) 5 Hari Rp 1.020.000
26 Advanced Oil Tanker (AOT) 6 Hari Rp 1.170.000
27 Advanced Chemical Tanker (ACT) 5 Hari Rp 1.000.000
28 Basic Liquified Gas Tanker (BLGT) 5 Hari Rp 1.000.000
29 Advanced Liquified Gas Tanker (ALGT) 6 Hari Rp 1.120.000
30 SAT (Security Awareness Training) 1 Hari Rp    550.000
31 SATSDSD (Security Awareness Training for Seafarer with Designated Security Duties) 2 Hari Rp    800.000
32 Penggantian Sertifikat Rp    250.000 Per  Lembar
33 Legalisir Ijazah Dan Sertifikat
Keterampilan Dan Keahlian Pelaut

Rp     20.000 Per 10 Lembar
34 Ujian Kompetensi Kepelautan / Kepelabuhan Rp   125.000 Per Mata Ujian

BIAYA KURSUS SINGKAT / DIKLAT KETERAMPILAN PELAUT STIP




DAFTAR DIKLAT KETERAMPILAN / SHORT COURSE

No. Jenis Diklat Waktu Pelaksanaan Biaya Keterangan
1 Basic Safety Training (BST) 8 Hari Rp.1.200.000
2 SURVIVAL CRAFT AND RESCUE BOAT (SCRB) 3 Hari Rp.   800.000
3 ADVANCED FIRE FIGHTING (AFF) 4 Hari Rp.   850.000
4 MEDICAL FIRST AID (MFA) 3 Hari Rp.   650.000
5 MEDICAL CARE (MC) 4 Hari Rp    800.000
6 Radar Simulator 4 Hari Rp 1.000.000
7 Arpa Simulator 4 Hari Rp    950.000
8 Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) 17 Hari Rp 2.650.000
9 Ship Security Officer (SSO) 3 Hari Rp    700.000
10 Company Security Officer (CSO) 3 Hari Rp    800.000
11 Port Facility Security Officer (PFSO) 5 Hari Rp    800.000
12 Familiarization Safety Officer (FST) / Off Shore 3 Hari Rp    775.000
13 International Trading Course 5 Hari Rp 1.260.000
14 Procedures Export Import Course 5 Hari Rp 1.300.000
15 Shipping Agent Course 5 Hari Rp 1.100.000
16 Health and Safety Course (HSC) 5 Hari Rp    800.000
17 CMT (crowd Management Training) 1 Hari Rp    650.000
18 Crysis Management Training and Human Behaviour (CMHB) 2 Hari Rp    650.000
19 Fast Rescue Boat Training 4 Hari Rp 2.500.000
20 International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code 4 Hari Rp 1.215.000
21 International Bulk Chemical (IBC) Code 4 Hari Rp 1.100.000
22 International Code of Safe Practice for Solid Bulk Cargoes (BCCode) 5 Hari Rp 1.050.000
23 PS, CS, and HIT (Passenger Safety, Cargo Safety and Hull Integrity Training) 12 Hari Rp    830.000
24 Ballast Water Management 5 Hari Rp    880.000
25 Basic Oil and Chemical Tanker (BOCT) 5 Hari Rp 1.020.000
26 Advanced Oil Tanker (AOT) 6 Hari Rp 1.170.000
27 Advanced Chemical Tanker (ACT) 5 Hari Rp 1.000.000
28 Basic Liquified Gas Tanker (BLGT) 5 Hari Rp 1.000.000
29 Advanced Liquified Gas Tanker (ALGT) 6 Hari Rp 1.120.000
30 SAT (Security Awareness Training) 1 Hari Rp    550.000
31 SATSDSD (Security Awareness Training for Seafarer with Designated Security Duties) 2 Hari Rp    800.000
32 Penggantian Sertifikat Rp    250.000 Per  Lembar
33 Legalisir Ijazah Dan Sertifikat
Keterampilan Dan Keahlian Pelaut

Rp     20.000 Per 10 Lembar
34 Ujian Kompetensi Kepelautan / Kepelabuhan Rp   125.000 Per Mata Ujian



PERSYARATAN KHUSUS

A.BASIC SAFETY TRAINING (BST)
1. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
2. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
3. Surat Keterangan Sehat dari dokter
4. Fotocopy Bukti Pembayaran
5. Surat Pengantar dari Perusahaan Pelayaran (Kiriman Perusahaan)

B. MEDICAL FIRST AID (MFA)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

C. MEDICAL CARE (MC)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST
7. Fotocopy Sertifikat MFA

D. CROWD CRISIS MANAGEMENT (CCM)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

E. TANKER FAMILIRIZATION (TF)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

F. OIL TANKER (OT)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat TF

G. CHEMICAL TANKER (CT)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat TF

H. LIQUIFIED GAST TANKER (LGT)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat TF

I. SURVIVAL CRAFT AND RESCUE BOAT (SCRB)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Buku Pelaut
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

J. ADVANCE FIRE FIGHTING (AFF)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Buku Pelaut
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST
7. Fotocopy Ijazah Profesi/ Umum/ Terakhir

PERSYARATAN REVALIDASI SHORT COURSE
1. Mengisi Form Surat Permohonan
2. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit / Institusi terkait yang telah mendapat pengesahan (Approval) Direktur Jendral Perhubungan Laut
3. Memiliki masa berlayar yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang (Syahbandar) sekurang-kurang 12 bulan dalam rentang waktu 5 (lima) tahun terakhir (Asli) atau fotocopy masa berlayar yang dilegalisir
4. Terdaftar di stambuk (Buku Induk)
5. Menunjukkan Buku Pelaut Asli dan foto copy 1 set
6. Bukti Pembayaran
7. Surat Keterangan berlayar dari perusahaan tempat terakhir bekerja
8. Sertifikat Asli dan 3 lembar fotocopy
9. Photo copy PKL / Agreement Employee dar Perusahaan terakhir berlayar
10. Pas Foto 3x4 hitam putih - 2 lembar (Kemeja Putih pakai dasi) untuk masing-masing serifikat
11. Isian Permohonan Pendaftaran
12. Umur Minimal 18 tahun

SYARAT DAFTAR PELAYARAN



PERSYARATAN KHUSUS

A.BASIC SAFETY TRAINING (BST)
1. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
2. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
3. Surat Keterangan Sehat dari dokter
4. Fotocopy Bukti Pembayaran
5. Surat Pengantar dari Perusahaan Pelayaran (Kiriman Perusahaan)

B. MEDICAL FIRST AID (MFA)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

C. MEDICAL CARE (MC)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST
7. Fotocopy Sertifikat MFA

D. CROWD CRISIS MANAGEMENT (CCM)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

E. TANKER FAMILIRIZATION (TF)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy ijazah minimal SMP / Buku Pelaut / Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

F. OIL TANKER (OT)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat TF

G. CHEMICAL TANKER (CT)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat TF

H. LIQUIFIED GAST TANKER (LGT)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Ijazah Profesi
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat TF

I. SURVIVAL CRAFT AND RESCUE BOAT (SCRB)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Buku Pelaut
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST

J. ADVANCE FIRE FIGHTING (AFF)
1. Isian Permohonan Pendaftaran
2. Fotocopy Buku Pelaut
3. Fotocopy KTP sebanyak 1 lembar
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. Fotocopy Bukti Pembayaran
6. Fotocopy Sertifikat BST
7. Fotocopy Ijazah Profesi/ Umum/ Terakhir

PERSYARATAN REVALIDASI SHORT COURSE
1. Mengisi Form Surat Permohonan
2. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit / Institusi terkait yang telah mendapat pengesahan (Approval) Direktur Jendral Perhubungan Laut
3. Memiliki masa berlayar yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang (Syahbandar) sekurang-kurang 12 bulan dalam rentang waktu 5 (lima) tahun terakhir (Asli) atau fotocopy masa berlayar yang dilegalisir
4. Terdaftar di stambuk (Buku Induk)
5. Menunjukkan Buku Pelaut Asli dan foto copy 1 set
6. Bukti Pembayaran
7. Surat Keterangan berlayar dari perusahaan tempat terakhir bekerja
8. Sertifikat Asli dan 3 lembar fotocopy
9. Photo copy PKL / Agreement Employee dar Perusahaan terakhir berlayar
10. Pas Foto 3x4 hitam putih - 2 lembar (Kemeja Putih pakai dasi) untuk masing-masing serifikat
11. Isian Permohonan Pendaftaran
12. Umur Minimal 18 tahun







Kasih tak sampai

Malam berlalu pagi pun menanti
Mentari tersenyum dikala senja termenung
Untaian kata menjadi doa
Karma menyambut derita
Elang bersayap emas menjerat mangsa
Melati segar hampir layu
Kicauan merpati tak terdengar lagi
Semerbak mawar tak lagi harum
Gelombang badai menghantam ke tepi
Kilat seakan menyambar hati
Purnama tertutup awan hitam
Warna pelangi bagai urat – urat nadi tak berdetak
Wajah berseri hati bergejolak
Duka dan lara terus menghampiri
Ayat AL-Qur’an menjadi pengobat
Sujud dan doa menjadi harapan
Bagai kerikil di tengah ratusan intan tak terlihat meski terkena sinar
Duri telah menancap ke tubuh hingga terasa sampai ke jantung
Membekas tak terobati
Datak waktu terus berputar langkah kaki tak berujung
Senyum manis tak terukir
Berbeda jarak kah kau dan aku
Hingga arah dan tujuan aku tak tau  

Perihnya Hati



Kasih tak sampai

Malam berlalu pagi pun menanti
Mentari tersenyum dikala senja termenung
Untaian kata menjadi doa
Karma menyambut derita
Elang bersayap emas menjerat mangsa
Melati segar hampir layu
Kicauan merpati tak terdengar lagi
Semerbak mawar tak lagi harum
Gelombang badai menghantam ke tepi
Kilat seakan menyambar hati
Purnama tertutup awan hitam
Warna pelangi bagai urat – urat nadi tak berdetak
Wajah berseri hati bergejolak
Duka dan lara terus menghampiri
Ayat AL-Qur’an menjadi pengobat
Sujud dan doa menjadi harapan
Bagai kerikil di tengah ratusan intan tak terlihat meski terkena sinar
Duri telah menancap ke tubuh hingga terasa sampai ke jantung
Membekas tak terobati
Datak waktu terus berputar langkah kaki tak berujung
Senyum manis tak terukir
Berbeda jarak kah kau dan aku
Hingga arah dan tujuan aku tak tau  


Andai badai bersahabat dalam gelapnya malam yang tak berbintang
Andai ombak yang  mengguncangkan bahtera dapat mengerti
Namun semua itu hanya harapan
Namun semua itu hanya angan

Bahtera lepas meninggalkan dermaga
Berlayar dalam doa dan cita
Menepi ke dermaga penuh semangat
Harapan,, angan,, doa,, dan semangat teselip dalam senyuman

Aku.. melangkah dalam duri-duri yang menyayat diri
Aku.. pergi dalam kerikil yang menggores dihati
Kembali untuk harapan
Kembali untuk angan

Janji yang telah mengikat dihati
Mengusik dalam doa dan cita
Untuk kembali dalam mimpi
Namun,, harapan,, angan,,doa,,dan semangat itu telah sirnah

Sajak perpisahan  

Maafkan, bila kuberanjak sendiri menuju perahu
saat langit gelap, laut bergelombang
panggilan camar resah
harus kupenuhi

Jangan ikat kemudi dengan temali serapah
biarkan aku pergi meninggal arena perdebatan tak berujung
diantara luka-luka hari kemaren yang terus membusuk

Jangan teteskan hujan kesedihan di-riak laut
Pandang saja bagai siluet
entah dari sudut mana kau lukiskan
aku tetap akan mengayuh
di bongkah-bongkah gelombang
di-arus pasang dan angin musim perpisahan

jangan coba lukis sketsa kesalahanku dimeja perjamuan
karena pagi akan lewat dan membawanya pada pijar mentari
jangan ajari matahari dan angin menghisap embun
lebih baik kau hampar sajadah
letakan namaku dalam keranda
lalu antar ke-batas kaki langit.

semua sudah cukup !
semua harus berakhir !
jangan kau nyalakan ladang-ladang api
di kemarau panjang dermaga malam ini

Sajak Pelaut


Andai badai bersahabat dalam gelapnya malam yang tak berbintang
Andai ombak yang  mengguncangkan bahtera dapat mengerti
Namun semua itu hanya harapan
Namun semua itu hanya angan

Bahtera lepas meninggalkan dermaga
Berlayar dalam doa dan cita
Menepi ke dermaga penuh semangat
Harapan,, angan,, doa,, dan semangat teselip dalam senyuman

Aku.. melangkah dalam duri-duri yang menyayat diri
Aku.. pergi dalam kerikil yang menggores dihati
Kembali untuk harapan
Kembali untuk angan

Janji yang telah mengikat dihati
Mengusik dalam doa dan cita
Untuk kembali dalam mimpi
Namun,, harapan,, angan,,doa,,dan semangat itu telah sirnah

Sajak perpisahan  

Maafkan, bila kuberanjak sendiri menuju perahu
saat langit gelap, laut bergelombang
panggilan camar resah
harus kupenuhi

Jangan ikat kemudi dengan temali serapah
biarkan aku pergi meninggal arena perdebatan tak berujung
diantara luka-luka hari kemaren yang terus membusuk

Jangan teteskan hujan kesedihan di-riak laut
Pandang saja bagai siluet
entah dari sudut mana kau lukiskan
aku tetap akan mengayuh
di bongkah-bongkah gelombang
di-arus pasang dan angin musim perpisahan

jangan coba lukis sketsa kesalahanku dimeja perjamuan
karena pagi akan lewat dan membawanya pada pijar mentari
jangan ajari matahari dan angin menghisap embun
lebih baik kau hampar sajadah
letakan namaku dalam keranda
lalu antar ke-batas kaki langit.

semua sudah cukup !
semua harus berakhir !
jangan kau nyalakan ladang-ladang api
di kemarau panjang dermaga malam ini

Berkatalah selagi mulutmu bisa berbicara...
Ingatlah suatu saat nanti,
bila mulutmu berhenti berbicara..
Sadarlah dan dengar hatiku...

Jika ada diluar sana yang lebih perhatian dibanding aku,,,
Jangan mudah tergoda !!!
Apabila berniat untuk mendua,..
Karna seseorang itu bisa saja hanya memanfaatkan celah yang kau buka...

Jangan haus perhatian...
Ketika aku mulai lengah...
Sebab itu hanya akan menjerumuskan hubungan kita pada lubang kehancuran.




kecewa


Siapakah aku dimatamu
Adakah tempatku dihatimu
Rasanya kau tak memperdulikkanku
Kau pun tak pernah anggapku ada

Tuk apa kau katakana cinta
Jika hiasan bibir saja
Simpan saja kata cintamu

Ku tak butuh kata cintamu
Ku tak butuh janjimu
Yang
Ku butuhkan hanya ketulusan
Hati
Yang tak membandingkan
Rupa maupun harta



Arti senyummu


Ku tau indahnya cinta
Ku tau sakitnya kecewa
Ku tau perihnya derita
Tapi…
Ku tak tau hatimu tuk siapa

Dalam senyum terukir luka
Dalam tawa terukir derita
Dalam semangat terukir lelah
Semua kemampuan bertahan
 Terbatas kesabaran dijiwa

Lelah melangkah dalam persimpangan dunia

Namun tak jua ku temukan arti  senyummu 

Isi Hati

Berkatalah selagi mulutmu bisa berbicara...
Ingatlah suatu saat nanti,
bila mulutmu berhenti berbicara..
Sadarlah dan dengar hatiku...

Jika ada diluar sana yang lebih perhatian dibanding aku,,,
Jangan mudah tergoda !!!
Apabila berniat untuk mendua,..
Karna seseorang itu bisa saja hanya memanfaatkan celah yang kau buka...

Jangan haus perhatian...
Ketika aku mulai lengah...
Sebab itu hanya akan menjerumuskan hubungan kita pada lubang kehancuran.




kecewa


Siapakah aku dimatamu
Adakah tempatku dihatimu
Rasanya kau tak memperdulikkanku
Kau pun tak pernah anggapku ada

Tuk apa kau katakana cinta
Jika hiasan bibir saja
Simpan saja kata cintamu

Ku tak butuh kata cintamu
Ku tak butuh janjimu
Yang
Ku butuhkan hanya ketulusan
Hati
Yang tak membandingkan
Rupa maupun harta



Arti senyummu


Ku tau indahnya cinta
Ku tau sakitnya kecewa
Ku tau perihnya derita
Tapi…
Ku tak tau hatimu tuk siapa

Dalam senyum terukir luka
Dalam tawa terukir derita
Dalam semangat terukir lelah
Semua kemampuan bertahan
 Terbatas kesabaran dijiwa

Lelah melangkah dalam persimpangan dunia

Namun tak jua ku temukan arti  senyummu 

Siamang Putih

a:3:{s:3:
Siamang Putih adalah sebuah legenda yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Sumatra Barat, khususnya yang tinggal di pesisir utara Pantai Tiku. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, siamang putih merupakan penjelmaan seorang gadis cantik yang bernama Puti  Juilan. Ia adalah cucu dari Tuanku Raja Kecik yang memerintah di Kerajaan Pagaruyung saat itu. Mengapa Puti Juilan berubah menjadi siamang putih? Kisah menarik ini dapat Anda ikuti dalam cerita Siamang Putih berikut ini.
** *
Alkisah, di Kampung Alai di pesisir utara Pantai Tiku Sumatra Barat, tersebutlah seorang juragan kapal yang bernama Nahkoda Baginda. Ia adalah putra Tuanku Raja Kecik yang memerintah di Kerajaan Pagaruyung. Nahkoda Baginda mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Puti Juilan. Kecantikan parasnya terkenal hingga ke berbagai negeri. Belum seorang pun pemuda yang berani meminangnya, karena selain cantik bagaikan bidadari, ia juga keturunan bangsawan. Sementara, para pemuda atau perjaka yang tinggal di negeri itu dan negeri di sekitarnya kebanyakan menjadi nelayan atau anak buah ayahnya. Sebenarnya, banyak anak orang kaya atau pun keturunan bangsawan yang pantas untuk menjadi pendamping hidup Puti Juilan, namun semuanya telah berkeluarga dan beranak-pinak.
Keadaan tersebut membuat hati Puti Juilan cemas. Setiap hari ia selalu tampak murung dan mengurung diri dalam kamar. Mengetahui keadaan itu, Tuanku Raja Kecik pun cemas memikirkan nasib cucu kesayangannya itu. Ia pun segera memanggil putra dan menantunya (ayah dan ibu Puti Juilan) untuk mengadakan pertemuan keluarga. Dalam pertemuan tersebut, mereka bersepakat untuk mengadakan pesta gelanggang keramaian, yaitu tempat orang menghibur diri dan bercengkrama. Pesta yang akan berlangsung selama sebulan penuh tersebut bertujuan untuk mencarikan jodoh yang pantas untuk Puti Juilan.
Pada malam sebelum pesta itu dimulai, Puti Juilan bermimpi bertemu dengan seorang pemuda keturunan bangsawan bernama Sutan Rumandung. Ia pun menceritakan perihal mimpinya itu kepada kedua orang tua dan kakeknya. Mendengar cerita cucunya itu, Tuanku Raja Kecik menitahkan kepada pengawal istana untuk mencari pemuda itu pada saat pesta berlangsung. Pada pesta hari pertama, di antara undangan yang hadir tak seorang pun yang bernama Sutan Rumandang. Memasuki hari kedua dan ketiga, pemuda itu tidak juga ditemukan. Demikian pula pada hari-hari berikutnya hingga perhelatan besar tersebut berakhir.
Akhirnya, Tuanku Raja Kecik meminta bantuan kepada ahli nujum istana untuk menggerakkan hati Sutan Rumandang agar datang ke Kampung Alai. Dengan kesaktiannya, ahli nujum itu berhasil mendatangkan pemuda itu. Suatu hari, sebuah kapal layar berlabuh di dermaga. Perahu tersebut tampak rusak parah di mana seluruh tiangnya patah karena diterpa badai. Melihat kedatangan perahu itu, salah seorang prajurit yang bertugas di dermaga segera melapor kepada Tuanku Raja Kecik.
“Ampun, Baginda! Baru saja sebuah kapal asing berlabuh di dermaga. Kapal itu dinahkodai oleh seorang pemuda tampan,” lapor prajurit.
“Suruh pemuda itu menghadap kepadaku!” titah Tuanku Raja Kecik.
“Baik, Baginda! Titah segera hamba laksanakan!” jawab prajurit itu.
Tak berapa lama kemudian, prajurit itu pun kembali bersama pemuda itu. Tuanku Raja Kecik bersama keluarga istana, termasuk Puti Juilan, menyambutnya dengan baik. Saat melihat pemuda itu, Puti Juilan langsung tersentak kaget seakan-akan tidak percaya. Pemuda itulah yang hampir setiap malam hadir dalam mimpinya. Puti Juilan pun berbisik kepada ibunya.
“Bu, pemuda itulah yang selalu hadir dalam mimpi Puti,” bisik Puti Juilan.
“Apakah kamu yakin, Putriku?” tanya ibunya dengan suara pelan.
“Puti yakin sekali, Bu! Wajahnya sama persis dengan wajah pemuda di dalam mimpi Puti,” jawab Puti dengan penuh keyakinan.
“Baiklah kalau begitu, Putriku! Ibu akan menanyakan siapa sebenarnya pemuda itu,” kata ibunya.
“Maaf, Anak Muda! Engkau ini siapa dan berasal dari mana?” tanya ibu Puti Juilan kepada pemuda itu.
“Nama hamba Sutan Rumandang putra seorang juragan dari negeri seberang,” jawab pemuda itu.
Mendengar jawaban pemuda itu, semua keluarga istana yang hadir merasa sangat gembira dan bahagia, terutama Tuanku Raja Kecik.
“Pucuk ditiba ulam pun tiba. Pemuda yang selama ini kita tunggu akhirnya datang juga,” ucap Tuanku Raja Kecik dengan perasaan lega.
Dengan tidak sabar, Tuanku Raja Kecik ingin segera menikahkan cucu kesayangannya itu dengan Sutan Rumandang. Namun, Sutan Rumandang menolak, karena ia harus pergi mencari harta yang banyak untuk menikahi Puti Juilan.
“Maaf, Baginda! Untuk saat ini, hamba belum pantas menikahi Puti Juilan, karena usaha hamba sedang merugi,” ungkap Sutan Rumandang.
Seluruh keluarga istana pun mengerti maksud pemuda tampan itu. Namun, sebelum Sutan Rumandang berangkat berlayar, keluarga istana bersepakat untuk menunangkan mereka. Akhirnya, pertunangan itu dilangsungkan dengan sangat meriah.
Usai acara pertunangan, Sutan Rumandang memohon izin kepada Puti Juilan dan keluarga istana untuk pergi berlayar mencari harta yang banyak. Puti Juilan bersama kakek dan kedua orang tuanya turut mengantar Sutan Rumandang ke dermaga. Dalam perjalanan menuju ke dermaga, Puti Juilan terlihat sedih dan wajahnya murung. Sungguh berat hatinya ingin berpisah dengan Sutan Rumandang.
Tak berapa lama kemudian, mereka pun tiba di dermaga. Sebelum kapal layar yang akan ditumpangi Sutan Rumandang meninggalkan dermaga, Puti Juilan berpesan dan mengucapkan janji kepada tunangannya.
“Kanda Sutan Rumandang, berhati-hatilah di jalan dan cepatlah kembali setelah berhasil! Dinda bersumpah akan selalu setia menanti Kanda sampai kapan pun. Dinda tidak akan menikah selain dengan Kanda. Jika Dinda melanggar sumpah ini, biarlah Dinda menjadi siamang,” ucap Puti Juilan.
“Kanda pun bersumpah, jika Kanda tidak setia kepada Dinda, biarlah Kanda tenggelam bersama kapal Kanda di tengah laut,” balas Sutan Rumandang dengan ucapan sumpah.
Setelah berpamitan, Sutan Rumandang pun berlayar mengarungi samudara luas. Dari atas kapal, ia melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. Puti Juilan pun membalasnya sambil meneteskan air mata. Semakin jauh kapal itu ke tengah laut, air mata Puti Juilan semakin deras mengalir. Ketika kapal itu hilang dari pandangan mata, Puti bersama keluarganya meninggalkan dermaga.
Sejak itu, Puti Juilan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar melindungi tunangannya dan cepat kembali untuk menikahinya. Waktu berjalan begitu cepat. Sudah setahun lebih menunggu, Puti Juilan belum juga mendapat kabar dari tunangannya. Hingga akhir tahun kedua, tunangannya belum juga kembali dari pelayarannya. Ketika memasuki tahun ketiga, sebuah kapal dagang yang besar dan megah sedang berlabuh di dermaga. Mendengar kedatangan kapal itu, Puti Juilan bersama keluarganya segera menuju ke dermaga. Saat mereka tiba di dermaga, Puti Juilan tampak kecewa, karena kapal itu ternyata bukan milik tunangannya.
Namun, kekecewaan Puti Juilan langsung terobati saat ia melihat seorang pemuda tampan berpakaian mewah dan beberapa pengawalnya turun dari kapal.
“Melihat pakaian dan jumlah pengawalnya, pemuda itu pastilah bukan orang sembarangan,” kata Puti Juilan dalam hati.
Puti Juilan terus memerhatikan pemuda itu turun dari meniti anak tangga kapal satu persatu. Dengan penuh wibawa, pemuda itu berjalan menuju ke arah tempat ia dan keluarganya berdiri. Wajah tampan dan kewibawaan pemuda itu benar-benar memikat hati Puti Juilan. Pikirannya tentang Sutan Rumandang tiba-tiba lenyap begitu saja. Seluruh perhatian dan perasaannya tercurahkan kepada pemuda tampan itu.
“Bu, coba perhatikan pemuda itu! Dia sangat tampan dan gagah,” bisik Puti Juilan.
Ibunya pun mengerti maksud Puti Juilan kalau dia menyukai pemuda itu. Ia pun mengajak pemuda itu ke istana. Setelah ditanya tentang asal-usulnya, ternyata pemuda itu seorang keturunan bangsawan dari negeri tetangga. Akhirnya, ia pun dinikahkan dengan Puti Juilan dengan mengadakan pesta yang sangat meriah. Seluruh bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu dan di negeri tetangga turut diundang. Berbagai seni pertunjukan juga digelar. Ketika semua undangan telah hadir, pesta pun dimulai. Penghulu mulai menanyai kesediaan kedua mempelai.
“Apakah kamu bersedia menikah dengan Puti Juilan?” tanya penghulu kepada mempelai laki-laki.
Setelah mempelai laki-laki itu menyatakan kesediaannya, penghulu itu bertanya kepada Puti Juilan. Ketika hendak menjawab pertanyaan penghulu, tiba-tiba Puti Juilan memekik seperti orang tersengat lebah.
`Aduh, sakitnya!” pekik Puti Juilan sambil melompat berdiri.
Setelah itu, Puti Juilan kembali duduk. Saat akan menjawab pertanyaan kedua dari penghulu, ia kembali memekik sambil melompat dan bergayut di ambang pintu. Pada saat akan menjawab pertanya ketiga, ia memekik lagi dengan suara yang sangat keras seraya melompat tinggi ke bubungan rumah. Semua yang hadir menyaksikan peristiwa tersebut lari berhamburan ke luar rumah. Mereka melihat tubuh Puti Juilan di atas bubungan sedikit demi sedikit ditumbuhi oleh bulu berwarna putih. Lama-kelamaan, bulu itu semakin tebal dan memenuhi tubuhnya. Bentuk tubuh dan wajahnya pun perlahan-lahan berubah menyerupai seekor siamang.
Begitu seluruh tubuh Puti Juilan telah menjelma menjadi seekor siamang putih, barulah Tuanku Raja Kecik tersadar bahwa cucu kesayangannya itu telah melanggar sumpahnya. Namun, apa hendak diperbuat, nasi telah menjadi bubur. Seluruh keluarga istana hanya bisa pasrah menerima nasib malang yang telah menimpa Puti Juilan. Setiap hari, kala sang surya akan kembali ke peraduannya, siamang putih duduk di atas bubungan rumah sambil berbunyi dengan suara keras.
“Wuuut... wuut.... wuut!”
Siamang putih itu terus berbunyi sambil menatap jauh ke arah laut menanti kedatangan Sutan Rumandang. Namun, Sutan Rumandang tak kunjung tiba. Semakin hari, suara siamang terdengar semakin sendu, seperti tangis seorang gadis yang sedang putus asa. Beberapa hari kemudian, suara siamang tidak pernah terdengar lagi. Seorang warga telah menemukannya mati di atas pohon ketaping tempatnya bersarang. Mengetahui hal itu, keluarga istana segera mengambil dan membawanya pulang untuk dikuburkan layaknya manusia. Seluruh rakyat negeri turut berduka cita atas meninggalnya Puti Juilan dalam wujud seekor siamang.
Beberapa hari kemudian, terdengarlah kabar bahwa Sutan Rumandang tenggelam di tengah laut karena telah melanggar sumpahnya, yakni menikah dengan seorang putri di negeri rantau.
* * *
Demikian cerita Siamang Putih dari daerah Sumatra Barat, Indonesia. Cerita yang berbentuk legenda tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa orang yang melanggar sumpah dan mengingkari janji seperti Puti Juilan, akan termakan oleh sumpah dan janjinya. Dalam kehidupan orang Melayu, mengingkari janji merupakan sifat tercela dan termasuk ciri kemunafikan. Orang munafik adalah orang yang bertolak belakang antara lahir dengan batinnya, atau dengan kata lain orang munafik adalah orang yang tidak jujur dan tidak pandai memegang amanah. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:
apa tanda orang tidak berbudi,
lain di mulut lain di hati

apa tanda orang yang malang,
lain di muka lain di belakang

CERITA DONGENG

Siamang Putih

a:3:{s:3:
Siamang Putih adalah sebuah legenda yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Sumatra Barat, khususnya yang tinggal di pesisir utara Pantai Tiku. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, siamang putih merupakan penjelmaan seorang gadis cantik yang bernama Puti  Juilan. Ia adalah cucu dari Tuanku Raja Kecik yang memerintah di Kerajaan Pagaruyung saat itu. Mengapa Puti Juilan berubah menjadi siamang putih? Kisah menarik ini dapat Anda ikuti dalam cerita Siamang Putih berikut ini.
** *
Alkisah, di Kampung Alai di pesisir utara Pantai Tiku Sumatra Barat, tersebutlah seorang juragan kapal yang bernama Nahkoda Baginda. Ia adalah putra Tuanku Raja Kecik yang memerintah di Kerajaan Pagaruyung. Nahkoda Baginda mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Puti Juilan. Kecantikan parasnya terkenal hingga ke berbagai negeri. Belum seorang pun pemuda yang berani meminangnya, karena selain cantik bagaikan bidadari, ia juga keturunan bangsawan. Sementara, para pemuda atau perjaka yang tinggal di negeri itu dan negeri di sekitarnya kebanyakan menjadi nelayan atau anak buah ayahnya. Sebenarnya, banyak anak orang kaya atau pun keturunan bangsawan yang pantas untuk menjadi pendamping hidup Puti Juilan, namun semuanya telah berkeluarga dan beranak-pinak.
Keadaan tersebut membuat hati Puti Juilan cemas. Setiap hari ia selalu tampak murung dan mengurung diri dalam kamar. Mengetahui keadaan itu, Tuanku Raja Kecik pun cemas memikirkan nasib cucu kesayangannya itu. Ia pun segera memanggil putra dan menantunya (ayah dan ibu Puti Juilan) untuk mengadakan pertemuan keluarga. Dalam pertemuan tersebut, mereka bersepakat untuk mengadakan pesta gelanggang keramaian, yaitu tempat orang menghibur diri dan bercengkrama. Pesta yang akan berlangsung selama sebulan penuh tersebut bertujuan untuk mencarikan jodoh yang pantas untuk Puti Juilan.
Pada malam sebelum pesta itu dimulai, Puti Juilan bermimpi bertemu dengan seorang pemuda keturunan bangsawan bernama Sutan Rumandung. Ia pun menceritakan perihal mimpinya itu kepada kedua orang tua dan kakeknya. Mendengar cerita cucunya itu, Tuanku Raja Kecik menitahkan kepada pengawal istana untuk mencari pemuda itu pada saat pesta berlangsung. Pada pesta hari pertama, di antara undangan yang hadir tak seorang pun yang bernama Sutan Rumandang. Memasuki hari kedua dan ketiga, pemuda itu tidak juga ditemukan. Demikian pula pada hari-hari berikutnya hingga perhelatan besar tersebut berakhir.
Akhirnya, Tuanku Raja Kecik meminta bantuan kepada ahli nujum istana untuk menggerakkan hati Sutan Rumandang agar datang ke Kampung Alai. Dengan kesaktiannya, ahli nujum itu berhasil mendatangkan pemuda itu. Suatu hari, sebuah kapal layar berlabuh di dermaga. Perahu tersebut tampak rusak parah di mana seluruh tiangnya patah karena diterpa badai. Melihat kedatangan perahu itu, salah seorang prajurit yang bertugas di dermaga segera melapor kepada Tuanku Raja Kecik.
“Ampun, Baginda! Baru saja sebuah kapal asing berlabuh di dermaga. Kapal itu dinahkodai oleh seorang pemuda tampan,” lapor prajurit.
“Suruh pemuda itu menghadap kepadaku!” titah Tuanku Raja Kecik.
“Baik, Baginda! Titah segera hamba laksanakan!” jawab prajurit itu.
Tak berapa lama kemudian, prajurit itu pun kembali bersama pemuda itu. Tuanku Raja Kecik bersama keluarga istana, termasuk Puti Juilan, menyambutnya dengan baik. Saat melihat pemuda itu, Puti Juilan langsung tersentak kaget seakan-akan tidak percaya. Pemuda itulah yang hampir setiap malam hadir dalam mimpinya. Puti Juilan pun berbisik kepada ibunya.
“Bu, pemuda itulah yang selalu hadir dalam mimpi Puti,” bisik Puti Juilan.
“Apakah kamu yakin, Putriku?” tanya ibunya dengan suara pelan.
“Puti yakin sekali, Bu! Wajahnya sama persis dengan wajah pemuda di dalam mimpi Puti,” jawab Puti dengan penuh keyakinan.
“Baiklah kalau begitu, Putriku! Ibu akan menanyakan siapa sebenarnya pemuda itu,” kata ibunya.
“Maaf, Anak Muda! Engkau ini siapa dan berasal dari mana?” tanya ibu Puti Juilan kepada pemuda itu.
“Nama hamba Sutan Rumandang putra seorang juragan dari negeri seberang,” jawab pemuda itu.
Mendengar jawaban pemuda itu, semua keluarga istana yang hadir merasa sangat gembira dan bahagia, terutama Tuanku Raja Kecik.
“Pucuk ditiba ulam pun tiba. Pemuda yang selama ini kita tunggu akhirnya datang juga,” ucap Tuanku Raja Kecik dengan perasaan lega.
Dengan tidak sabar, Tuanku Raja Kecik ingin segera menikahkan cucu kesayangannya itu dengan Sutan Rumandang. Namun, Sutan Rumandang menolak, karena ia harus pergi mencari harta yang banyak untuk menikahi Puti Juilan.
“Maaf, Baginda! Untuk saat ini, hamba belum pantas menikahi Puti Juilan, karena usaha hamba sedang merugi,” ungkap Sutan Rumandang.
Seluruh keluarga istana pun mengerti maksud pemuda tampan itu. Namun, sebelum Sutan Rumandang berangkat berlayar, keluarga istana bersepakat untuk menunangkan mereka. Akhirnya, pertunangan itu dilangsungkan dengan sangat meriah.
Usai acara pertunangan, Sutan Rumandang memohon izin kepada Puti Juilan dan keluarga istana untuk pergi berlayar mencari harta yang banyak. Puti Juilan bersama kakek dan kedua orang tuanya turut mengantar Sutan Rumandang ke dermaga. Dalam perjalanan menuju ke dermaga, Puti Juilan terlihat sedih dan wajahnya murung. Sungguh berat hatinya ingin berpisah dengan Sutan Rumandang.
Tak berapa lama kemudian, mereka pun tiba di dermaga. Sebelum kapal layar yang akan ditumpangi Sutan Rumandang meninggalkan dermaga, Puti Juilan berpesan dan mengucapkan janji kepada tunangannya.
“Kanda Sutan Rumandang, berhati-hatilah di jalan dan cepatlah kembali setelah berhasil! Dinda bersumpah akan selalu setia menanti Kanda sampai kapan pun. Dinda tidak akan menikah selain dengan Kanda. Jika Dinda melanggar sumpah ini, biarlah Dinda menjadi siamang,” ucap Puti Juilan.
“Kanda pun bersumpah, jika Kanda tidak setia kepada Dinda, biarlah Kanda tenggelam bersama kapal Kanda di tengah laut,” balas Sutan Rumandang dengan ucapan sumpah.
Setelah berpamitan, Sutan Rumandang pun berlayar mengarungi samudara luas. Dari atas kapal, ia melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. Puti Juilan pun membalasnya sambil meneteskan air mata. Semakin jauh kapal itu ke tengah laut, air mata Puti Juilan semakin deras mengalir. Ketika kapal itu hilang dari pandangan mata, Puti bersama keluarganya meninggalkan dermaga.
Sejak itu, Puti Juilan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar melindungi tunangannya dan cepat kembali untuk menikahinya. Waktu berjalan begitu cepat. Sudah setahun lebih menunggu, Puti Juilan belum juga mendapat kabar dari tunangannya. Hingga akhir tahun kedua, tunangannya belum juga kembali dari pelayarannya. Ketika memasuki tahun ketiga, sebuah kapal dagang yang besar dan megah sedang berlabuh di dermaga. Mendengar kedatangan kapal itu, Puti Juilan bersama keluarganya segera menuju ke dermaga. Saat mereka tiba di dermaga, Puti Juilan tampak kecewa, karena kapal itu ternyata bukan milik tunangannya.
Namun, kekecewaan Puti Juilan langsung terobati saat ia melihat seorang pemuda tampan berpakaian mewah dan beberapa pengawalnya turun dari kapal.
“Melihat pakaian dan jumlah pengawalnya, pemuda itu pastilah bukan orang sembarangan,” kata Puti Juilan dalam hati.
Puti Juilan terus memerhatikan pemuda itu turun dari meniti anak tangga kapal satu persatu. Dengan penuh wibawa, pemuda itu berjalan menuju ke arah tempat ia dan keluarganya berdiri. Wajah tampan dan kewibawaan pemuda itu benar-benar memikat hati Puti Juilan. Pikirannya tentang Sutan Rumandang tiba-tiba lenyap begitu saja. Seluruh perhatian dan perasaannya tercurahkan kepada pemuda tampan itu.
“Bu, coba perhatikan pemuda itu! Dia sangat tampan dan gagah,” bisik Puti Juilan.
Ibunya pun mengerti maksud Puti Juilan kalau dia menyukai pemuda itu. Ia pun mengajak pemuda itu ke istana. Setelah ditanya tentang asal-usulnya, ternyata pemuda itu seorang keturunan bangsawan dari negeri tetangga. Akhirnya, ia pun dinikahkan dengan Puti Juilan dengan mengadakan pesta yang sangat meriah. Seluruh bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu dan di negeri tetangga turut diundang. Berbagai seni pertunjukan juga digelar. Ketika semua undangan telah hadir, pesta pun dimulai. Penghulu mulai menanyai kesediaan kedua mempelai.
“Apakah kamu bersedia menikah dengan Puti Juilan?” tanya penghulu kepada mempelai laki-laki.
Setelah mempelai laki-laki itu menyatakan kesediaannya, penghulu itu bertanya kepada Puti Juilan. Ketika hendak menjawab pertanyaan penghulu, tiba-tiba Puti Juilan memekik seperti orang tersengat lebah.
`Aduh, sakitnya!” pekik Puti Juilan sambil melompat berdiri.
Setelah itu, Puti Juilan kembali duduk. Saat akan menjawab pertanyaan kedua dari penghulu, ia kembali memekik sambil melompat dan bergayut di ambang pintu. Pada saat akan menjawab pertanya ketiga, ia memekik lagi dengan suara yang sangat keras seraya melompat tinggi ke bubungan rumah. Semua yang hadir menyaksikan peristiwa tersebut lari berhamburan ke luar rumah. Mereka melihat tubuh Puti Juilan di atas bubungan sedikit demi sedikit ditumbuhi oleh bulu berwarna putih. Lama-kelamaan, bulu itu semakin tebal dan memenuhi tubuhnya. Bentuk tubuh dan wajahnya pun perlahan-lahan berubah menyerupai seekor siamang.
Begitu seluruh tubuh Puti Juilan telah menjelma menjadi seekor siamang putih, barulah Tuanku Raja Kecik tersadar bahwa cucu kesayangannya itu telah melanggar sumpahnya. Namun, apa hendak diperbuat, nasi telah menjadi bubur. Seluruh keluarga istana hanya bisa pasrah menerima nasib malang yang telah menimpa Puti Juilan. Setiap hari, kala sang surya akan kembali ke peraduannya, siamang putih duduk di atas bubungan rumah sambil berbunyi dengan suara keras.
“Wuuut... wuut.... wuut!”
Siamang putih itu terus berbunyi sambil menatap jauh ke arah laut menanti kedatangan Sutan Rumandang. Namun, Sutan Rumandang tak kunjung tiba. Semakin hari, suara siamang terdengar semakin sendu, seperti tangis seorang gadis yang sedang putus asa. Beberapa hari kemudian, suara siamang tidak pernah terdengar lagi. Seorang warga telah menemukannya mati di atas pohon ketaping tempatnya bersarang. Mengetahui hal itu, keluarga istana segera mengambil dan membawanya pulang untuk dikuburkan layaknya manusia. Seluruh rakyat negeri turut berduka cita atas meninggalnya Puti Juilan dalam wujud seekor siamang.
Beberapa hari kemudian, terdengarlah kabar bahwa Sutan Rumandang tenggelam di tengah laut karena telah melanggar sumpahnya, yakni menikah dengan seorang putri di negeri rantau.
* * *
Demikian cerita Siamang Putih dari daerah Sumatra Barat, Indonesia. Cerita yang berbentuk legenda tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa orang yang melanggar sumpah dan mengingkari janji seperti Puti Juilan, akan termakan oleh sumpah dan janjinya. Dalam kehidupan orang Melayu, mengingkari janji merupakan sifat tercela dan termasuk ciri kemunafikan. Orang munafik adalah orang yang bertolak belakang antara lahir dengan batinnya, atau dengan kata lain orang munafik adalah orang yang tidak jujur dan tidak pandai memegang amanah. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:
apa tanda orang tidak berbudi,
lain di mulut lain di hati

apa tanda orang yang malang,
lain di muka lain di belakang